PERBANDINGAN ATAP KAYU DAN BAJA RINGAN

Ibnu SS/ August 3, 2017/ Artikel, Atap Baja Ringan

Perbandingan Atap Kayu dan Baja Ringan, Lebih Bagus Mana?

Ada banyak pertanyaan mengenai perbandingan atap kayu dan baja ringan , lebih bagus mana? Jika di bahas, terdapat banyak sekali perbedaan antara atap kayu dengan baja ringan. Kedua bahan material penyusun atap tersebut pasti memiliki kelebihan dan kekurangan dari berbagai sisi.

Hal ini digunakan untuk mempertimbangkan untuk memilih atap kayu atau baja ringan sebagai kerangka atap rumah kita. Berikut ini adalah pembahasannya.

Atap Kayu

Kayu (wood) merupakan bagian dari sebuah tanaman sempurna yang biasanya bersifat keras dan berada antara daun dengan akar pohon. Kayu ini merupakan bagian penyangga pada pohon agar tetap berdiri kokoh untuk menopang daun dan buah. Kayu ini banyak bermanfaat bagi kehidupan umat manusia dari zaman dahulu hingga saat ini.

Penggunaan kayu sudah sejak jaman dahulu kala mulai dari memasak, hingga menjadi bahan baku pembuatan rumah. Dalam dunia industri pun kayu bisa dijadikan kertas, bahan bakar, meubel, perabotan rumah tangga, dan lain sebagainya. Namun penggunaannya dalam material pembangun rumah memiliki kelebihan dan kekurangan tentunya.

Kayu yang dijadikan kerangka rumah, khususnya atap rumah, harus kuat dan keras. Tujuannya adalah agar dapat menopang beban dari genteng sebagai atap penutup. Kebanyakan kayu yang digunakan memiliki keuntungan yaitu kuat dan bahan ini sangat terbarukan (renewable). Selain itu juga memiliki corak yang beragam sehingga memberikan nilai seni pada atap rumah.

Namun penggunaannya juga memiliki kekurangan yaitu mudah lapuk dan dimakan rayap, mudah terbakar, dan memiliki beban yang sangat berat. Hal ini menjadikan munculnya inovasi baru yang disebut dengan baja ringan.

Atap baja Ringan

Baja ringan merupakan campuran logam yang disebut carbon steel. Carbon steel ini merupakan campuran dari beberapa elemen-elemen yang sebagian besar tersusun atas baja dan terdapat campuran carbon 1,70%, mangan 1,65%, silicon 0,60%, dan tembaga 0,60%. 

Penggunaan baja ringan sudah mulai terkenal akhir-akhir ini. Selain harganya yang lebih murah, juga pemakaiannya sangat praktis untuk atap rumah. Tak jarang masyarakat di berbagai dunia mulai menerapkan atap baja ringan sebagai salah satu solusi atap rumah modern.

Kelebihan dari baja ringan yaitu ringan, kuat dan tahan lama. Baja ringan dengan ketebalan rata-rata hanya 0,75 mm menjadikannya jauh lebih ringan dibandingkan dengan rangka atap kayu. Namun dengan begitu, teknologi atap baja ringan ini sudah mampu menopang beban berat dari genteng rumah, namun dengan struktur yang dibuat sedemikian rupa. Baja ringan juga sangat awet karena tidak akan pernah dimakan rayap ataupun melapuk layaknya kayu serta tidak mudah terbakar api.

Kekurangan dari teknologi atap rumah baja ringan ini adalah perlu perhitungan yang sangat matang karena bila salah perhitungan akan berakibat fatal dan tidak mampu menopang berat dari genteng biasa. Selain itu pada daerah dengan kekuatan angin yang cukup kencang juga berakibat mudah terbang bila sewaktu-waktu terjadi angin topan (dengan genteng metal). Perbandingan atap kayu dan baja ringan cukup signifikan bukan?

Murah Mana? Baja Ringan atau Kayu?

Bila berbicara soal biaya, mari kita hitung dengan tabel di bawah ini. Pada tabel pertama merupakan anggaran biaya yang harus dikeluarkan bila anda memasang atap rumah dari kayu. Pengeluaran mencapai Rp. 13 juta untuk tipe rumah 50 dengan model standar genteng beton. Sedangkan pada tabel berikutnya merupakan pemasangan atap baja ringan dengan model yang sama hanya mengeluarkan sekitar Rp. 11 juta saja. Anda bisa menghemat Rp. 2 juta untuk keperluan yang lain. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan baja ringan lebih murah dibandingkan dengan kayu.

Anggaran Atap Rumah Type 50 Menggunakan Atap Kayu

No.
Uraian
Satuan
Harga Satuan (Rp)
Jumlah
(Rp)
1
Kayu 8/12 x 400 cm
17 Btg
125.000
2,125,000
2
Kayu 4/12 x 400 cm
2 Btg
60.000
120,000
3
Kayu 6/10 x 400 cm
4 Btg
75.000
300,000
4
Kayu 5/7 x 400 cm
59 Btg
42.500
2,507,500
5
Kayu 3/4 x 400 cm
72 Btg
17.500
1,260,000
6
Kayu 3/25 x 400 cm
15 Kpng
90.000
1,350,000
7
Upah Kerja
2 Org
(1.500.000)*
3,000,000
8
Paku
15 Kg
16.000
240,000
9
Genteng Beton
730 Buah
3.000
2,190,000
10
Genteng Kerepus
38 Buah
4.500
171,000
TOTAL BIAYA
13,263,500
Keterangan: * kurang lebih

 

Anggaran Atap Rumah Type 50 Menggunakan Atap Kayu

No.
Uraian
Satuan
Harga Satuan
Jumlah
(Rp)
1
Bottomchord(5Btg®11 m)
Rumah Type 50
Atau luas atap = 77m2
120.000,-
9.240.000,-
2
Top chord (6 Btg @11 m)
3
Web (9 Btg @11 m)
4
Top Span (44 Btg @6 m)
5
Baut 12— I4×50 HEX (165 Bh)
6
Baut 10—16 x 16 HEX (221 Bh)
7
Bracket L, Dyna Bolt 14 mm (6 Bh)
8
Genteng Beton
730 Buah
3.000
2,190,000
9
Genteng Kerepus
38 Buah
4.500
171,000
TOTAL BIAYA
11.601.000

 

Demikian pembahasan mengenai perbandingan atap kayu dan baja ringan. Jika anda ingin menggunakan baja ringan sebagai solusi atap rumah anda, silahkan hubungi kami Jasa Pasang Baja Ringan Murah.